Orang Buta terbatas pada sentuhannya; Orang Berpengetahuan tak terhalang pandangannya

Senin, 14 Januari 2013

Makna Moksa dan Kebahagiaan Hidup dalam Pelaksanaan Dharma


Semasa kita masih dibangku sekolah kita sudah mengenal apa itu "Moksartham jagathita ya ca iti Dharma". Moksa dan kebahagiaan jagatraya adalah tujuan dari pelaksanaan Dharma.
"Benarkah Moksa adalah tujuan akhir dari hidup manusia?" jika benar, mengapa banyak orang kurang bersungguh-sungguh untuk mencapainya? 
Mungkin karena kita tidak bersungguh-sungguh, mungkin hanya karena masih gamang akan makna atau arti dari moksa.
Dengan demikian ia lebih mengikuti cara-cara yang ia pikirkan baik atau benar dengan segala alasan dan referensinya.
Bila kita memaknai 'Moksa" adalah tujuan akhir dari hidup ini, maka bisa jadi (kalau tidak boleh dikatakan, pasti) perjalanan bisa menjadi sangat panjang dan sangat lama.

Bila kita memaknai "Moksa' adalah sebagai jalan dari proses terlepasnya segala ikatan dan beban karma, maka kita akan dapat melihat lebih jelas, apa yang harus dilakukan dalam hidup ini agar selalu berjalan dan menapak pada jalan moksa.

Dharma dilakukan, agar kita bisa melepaskan ikatan dan beban karma. Dharma dalam arti kewajiban, juga menuntun kita untuk tidak pamrih. Pamrih bagaikan minyak bagi bara api ikatan karma. Dharma dalam arti kebenaran, maka seyogyanya, setiap orang belajar untuk mulai menyadari, bahwa kebenaran yang hakiki hanya berada pada Tuhan Yang Maha Esa , Ida SangHyang Widhi Wasa. Kitab suci selengkap apapun orang bilang, tentu tidaklah cukup dapat menampung dan mengungkapkan kebenaran dari Hyang Widhi. Oleh karenanya, hanya dengan melalui 'Hati' lah seseorang akan bisa melihat kebenaran yang ada, baik yang ada pada kitab suci, yang ada dialam ini, maupun yang ada dimanapun.

Mogi Rahayu lan santih